APBD dan PAD
Diposting tanggal: 01 Januari 2015

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jembrana dapat dilihat dari PDRB Tahun 2013 dimana berdasarkan pada PDBR atas dasar harga berlaku, kontribusi masing-masing lapangan usaha mengalami peningkatan setiap tahunnya. Empat sektor besar yang memberikan kontribusi besar terhadap struktur perekonomian Kabupaten Jembrana adalah perdagangan, hotel dan restoran, disusul oleh sektor pertanian, sektor jasa serta pengangkutan dan komunkasi.

Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jembrana pada tahun 2013 ada pada nilai 72,69 yang berada pada urutan nomor lima di Bali setelah Kota Denpasar, Kabupaten Badung,  Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Gianyar. Tingkat harapan hidup  Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat bahwa tingkat harapan hidup penduduk Jembrana pada tahun 2010 adalah 71,80 tahun, lebih tinggi dari rata-rata tingkat harapan hidup penduduk Bali 70,72 tahun.

Pengelolaan keuangan daerah terus mengalami peningkatan yang tercermin dari APBD dan PAD. Pada tahun anggaran 2013 tercatat sebesar Rp. 797.854.892.374,96 dimana realisasi pendapatan sebesar Rp. 745.334.982.511,84. Capaian komponen Pendapatan Asli Daerah dimaksimalkan dengan realisasi sebesar Rp. 68.485.482.416,06. Adapun capaian APBD dan PAD Kabupaten Jembrana dari tahun ke tahun dapat dilihat dalam table di bawah ini.

APBD DAN PAD KABUPATEN JEMBRANA

TAHUN 2001 – 2015

TAHUN

APBD

PAD

Rasio PAD

 

(Rp. 000.000)

(Rp. 000.000)

thd APBD (%)

2001

67,396.10

5,540.22

3.95

2002

140,386.02

11,555.15

6.58

2003

175,690.07

11,055.96

5.59

2004

208,031.67

9,785.33

4.70

2005

240,722.79

9,916.28

4.12

2006

346,453.77

12,768.47

3.69

2007

407,055.80

16,975.88

4.00

2008

454,932.07

21,235.51

4.67

2009

477,515.49

33,952.88

7.11

2010

488,984.31

34,380.82

7.03

2011

567,460.70

40,529.97

7.14

2012

728,713.19

46,470.11

6.38

2013

797.854,89

68,485.48

9.18

2014*

823,226.67

70,007.62

8.50

2015*

873,089.09

72,832.07

8.72

* ) = Target terpasang

 

Belanja daerah diprioritaskan untuk pembangunan Sumber Daya Manusia melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat, peningkatan pelayanan pendidikan serta peningkatan daya saing ekonomi.  Pada tahun 2013 alokasi belanja pendidikan sebesar Rp. 293.604.088.819,03 atau 36,80% dari total belanja daerah. Sementara di bidang kesehatan Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.  93.661.671.100,56 atau 11,74% dari total belanja daerah. Selanjutnya untuk peningkatan perekonomian masyarakat daerah membantu melalui penciptaan iklim usaha yang sehat bagi UMKM, memberikan dana talangan bagi KUD serta penyertaan modal kepada Jamkrida.